Corak Pendidikan Islam Nusantara

Authors

  • Ubaidillah STAI Ihyaul Ulum Gresik ,

DOI:

https://doi.org/10.52166/tabyin.v5i1.309

Keywords:

Pendidikan Islam Nusantara, Sistem Pendidikan Dukuh, Tradisi Pesantren, Wara’ (Hidup Asketik), Moderasi Beragama

Abstract

Ketika Islam masuk nusantara, sudah terdapat peradaban yang berkembang maju, Singosari, Sriwijaya, Sunda, dan Majapahit adalah kerajaan-kerajaan dengan peradabannya yang tinggi, termasuk di bidang pendidikan. Lembaga pendidikan yang ada di nusantara saat itu adalah dukuh, yaitu lembaga pendidikan yang diperuntukkan bagi calon pendeta Syiwa-Brahmana. Sistem pendidikan ini kemudian diadopsi oleh Wali Songo untuk mengajarkan Islam kepada para muridnya.  Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-filosofis-liberary, dimana bahan dan data bersumber dari data-data perpustakan yang didekati secara deskriptif dan filosofis. Data primer dari penelitian ini adalah video Simposisium Nasional Islam Nusanatara. Hasil analisis menemukan, bahwa adopsi sistem pendidikan dukuh telah melahirkan corak tersendiri bagi pendidikan Islam nusantara. Corak tersebut antara lain: 1) sikap murid terhadap guru, dimana seorang murid harus memberi pnghargaan yang tinggi terhadap gurunya; 2) sikap hidup yang harus dijalani santri dengan menjaga diri segala hal yang kurang baik; 3) pendidikan Islam nusantara telah melahirkan muslim yang mampu mendialogkan nlai ideal Islam dengan realitas sosial sehingga dapat melahirkan Islam yang ramah

 

Downloads

Published

2023-07-23

Issue

Section

Articles

How to Cite

Corak Pendidikan Islam Nusantara. (2023). TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM, 5(1), 116-124. https://doi.org/10.52166/tabyin.v5i1.309

Most read articles by the same author(s)