INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PERAN TOKOH ADAT DALAM PENYELESAIAN KONFLIK CEMPALO MULUT DI SERAWAI
DOI:
https://doi.org/10.70281/jurnalpendidikandanekonomi.v2i01.964Keywords:
cempalo mulut, konflik sosial, adat Serawai, keadilan restoratif, penyelesaian konflikAbstract
Konflik sosial akibat ucapan yang melukai perasaan, atau dikenal dengan istilah cempalo mulut dalam masyarakat Serawai, merupakan bentuk pelanggaran nilai etika berkomunikasi yang dapat mengganggu keharmonisan sosial. Dalam konteks pendidikan karakter, konflik ini menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai seperti toleransi, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter diinternalisasikan melalui mekanisme penyelesaian konflik cempalo mulut oleh tokoh adat di masyarakat Serawai. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap tokoh adat, korban, dan pelaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian konflik dilakukan secara edukatif melalui musyawarah adat yang mengedepankan klarifikasi, peneguhan norma sosial, penetapan sanksi edukatif berupa denda, serta pelaksanaan ritual perdamaian. Tokoh adat berperan sebagai fasilitator pendidikan moral yang menanamkan nilai kejujuran, empati, dan tanggung jawab sosial kepada kedua belah pihak. Mekanisme ini tidak hanya menyelesaikan konflik secara adil, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga etika komunikasi dan harmoni sosial. Studi ini menegaskan bahwa tokoh adat tidak hanya sebagai penjaga tradisi, tetapi juga sebagai agen pendidikan karakter dalam masyarakat lokal.






