REKONSTRUKSI METODOLOGI TAFSIR AL-QUR’AN KONTEMPORER: INTEGRASI PENDEKATAN KLASIK DAN HERMENEUTIKA MODERN
DOI:
https://doi.org/10.70281/13bven04Kata Kunci:
Metodologi Tafsir, Tafsir Kontemporer, Hermeneutika, Al-Qur'anAbstrak
Perkembangan realitas sosial dan intelektual kontemporer menuntut pembaruan metodologi tafsir Al-Qur’an agar tetap relevan tanpa kehilangan legitimasi keilmuan dan teologisnya; metodologi tafsir klasik yang berlandaskan otoritas riwayat, kaidah kebahasaan, dan konteks historis memiliki peran penting dalam menjaga autentisitas makna wahyu, namun menghadapi keterbatasan dalam merespons problem-problem modern, sementara hermeneutika modern menawarkan pendekatan kontekstual dan reflektif terhadap teks tetapi memunculkan perdebatan metodologis dalam kajian Al-Qur’an; artikel ini bertujuan merekonstruksi metodologi tafsir Al-Qur’an kontemporer melalui integrasi antara pendekatan tafsir klasik dan hermeneutika modern dengan menggunakan penelitian kualitatif berbasis kajian kepustakaan, di mana data dianalisis melalui analisis isi dan komparatif-kritis; hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi metodologis dapat dirumuskan dengan menempatkan tafsir klasik sebagai fondasi normatif dan hermeneutika modern sebagai instrumen analitis yang bersifat komplementer melalui tahapan verifikasi tekstual, analisis historis, dialog hermeneutik, dan formulasi makna kontekstual yang berorientasi pada maqāṣid al-syarī‘ah, sehingga menghasilkan kerangka tafsir yang lebih integratif, kontekstual, dan bertanggung jawab secara akademik.
Perkembangan realitas sosial dan intelektual kontemporer menuntut pembaruan metodologi tafsir Al-Qur’an agar tetap relevan tanpa kehilangan legitimasi keilmuan dan teologisnya; metodologi tafsir klasik yang berlandaskan otoritas riwayat, kaidah kebahasaan, dan konteks historis memiliki peran penting dalam menjaga autentisitas makna wahyu, namun menghadapi keterbatasan dalam merespons problem-problem modern, sementara hermeneutika modern menawarkan pendekatan kontekstual dan reflektif terhadap teks tetapi memunculkan perdebatan metodologis dalam kajian Al-Qur’an; artikel ini bertujuan merekonstruksi metodologi tafsir Al-Qur’an kontemporer melalui integrasi antara pendekatan tafsir klasik dan hermeneutika modern dengan menggunakan penelitian kualitatif berbasis kajian kepustakaan, di mana data dianalisis melalui analisis isi dan komparatif-kritis; hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi metodologis dapat dirumuskan dengan menempatkan tafsir klasik sebagai fondasi normatif dan hermeneutika modern sebagai instrumen analitis yang bersifat komplementer melalui tahapan verifikasi tekstual, analisis historis, dialog hermeneutik, dan formulasi makna kontekstual yang berorientasi pada maqāṣid al-syarī‘ah, sehingga menghasilkan kerangka tafsir yang lebih integratif, kontekstual, dan bertanggung jawab secara akademik.






