PERAN KELUARGA SEBAGAI PENDIDIKAN PERTAMA DAN UTAMA

Penulis

  • Gifran Septamas
  • Tajuddin Nur
  • Neng Ulya

DOI:

https://doi.org/10.70281/3tz82b92

Kata Kunci:

keluarga, basis, pendidikan

Abstrak

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dialami seorang anak manusia ketika dilahirkan ke dunia. Dalam perkembangan selanjutnya keluarga juga merupakan lingkungan utama dalam pembentukan kepribadian seorang anak manusia. Masa-masa awal pertumbuhannya lebih banyak dihabiskan di dalam lingkungan keluarga. Maka di dalam keluargalah seorang anak manusia mengalami proses pendidikan yang pertama dan utama. Segala bentuk perilaku keluarga, khususnya kedua orang tua, baik lisan maupun perbuatan, baik yang bersifat pengajaran, keteladanan maupun kebiasaan- kebiasaan yang diterapkan di dalam kehidupan sosial keluarga, akan mempengaruhi pola perkembangan perilaku anak selanjutnya. Oleh karena itu, orang tua harus mampu menanamkan pendidikan yang baik dan benar kepada anak sejak usia dini, agar perkembangan perilaku anak selanjutnya dapat mencerminkan kepribadian yang luhur, yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, agama, keluarga juga masyarakat dan bangsanya.

Referensi

ash-Shiddiqy, Hasbi, “Teuku Muhammad Zulfikar”, 1inar Darussalam, Nomor 65, YPD. Darussalam, hal.33

Cs, Djaka, Rangkuman Ilmu Mendidik, Jilid I, Cet. 7, Jakarta: Toko Buku Mutiara, 1978.

Daradjat, Zakiah, Membina Nilai-Nilai Moral di Indonesia, Jakarta: Bulan Bintang, 1977.

Depag RI, Al-Qur’an dan terjemah , Surabaya: Duta Ilmu: 2006, hal. 820.

Daradjat Zakiah, Peranan Agama dalam kesehatan Mental, Gunung Agung, Jakarta: 1973.

Ihsan, Fuad, Dasar-dasar Kependidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 1997.

Langgulung, Hasan, Manusia dan Pendidikan suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan, Jakarta: PT. Al-Husna Zikra, 1995.

Purwanto, Ngalim, Ilmu Pendidikan Praktis dan Teoretis, Banda Aceh: Remaja Rosda Karya 1995.

Diterbitkan

2025-12-19

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

PERAN KELUARGA SEBAGAI PENDIDIKAN PERTAMA DAN UTAMA. (2025). TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM, 7(02), 182-192. https://doi.org/10.70281/3tz82b92

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama