HARMONI TIGA RUMAH IBADAH: ARTIKULASI PENDIDIKAN TOLERANSI DI PONDOK PESANTREN AL-JAMHAR BALUN TURI LAMONGAN MENUJU GLOBAL HARMONY

Penulis

  • Miftakhul Muthoharoh

DOI:

https://doi.org/10.70281/v4y0vy96

Kata Kunci:

tolerance, pesantren, education, harmony, pluralism

Abstrak

This study explores the articulation of tolerance education at Pondok Pesantren Al-Jamhar Balun, Turi, Lamongan, which is uniquely located alongside three houses of worship a mosque, a church, and a temple. The research aims to examine how pesantren culture and education contribute to fostering tolerance and promoting global harmony. Using a qualitative approach through observation, interviews, and documentation, the study identifies several strategies: integration of tolerance into the curriculum, habituation through daily practices, interfaith dialogue, joint social activities, and exemplary leadership by Kiai M. Ikhsan and Nyai Listiyani. Findings show that these practices cultivate mutual respect, solidarity, and inclusivity among santri and the surrounding community. The discussion highlights both achievements and challenges, such as stereotypes, literacy gaps, and external pressures, which are addressed through inclusive pedagogy and social engagement. In conclusion, Al-Jamhar functions as a local laboratory of peace education, whose values and practices have universal significance and serve as a transferable model for nurturing love, tolerance, and global harmony.

 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abdurrahman Mas’ud. 2019. “Pesantren and the Freedom of Learning: The Three Houses of Worship in Balun.” Indonesian Journal of Islamic Education 5 (2): 134.

Abdullah, M. Amin. 2019. Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ahmad Choirul Rofiq. 2020. “Pesantren dan Moderasi Beragama: Studi pada Pesantren Multikultural.” Jurnal Pendidikan Islam 8 (2): 211–230.

Ahmad Fawaid. 2018. “Pesantren and Religious Tolerance in Indonesia.” Journal of Indonesian Islam 12 (2): 233–250.

Ahmad Khoirul Fata. 2018. “Internalisasi Nilai-Nilai Toleransi dalam Pendidikan Pesantren.” Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan 7 (2): 101–118.

Ahmad Khoirul Fata. 2019. “Pesantren dan Moderasi Beragama di Indonesia.” Jurnal Pendidikan Islam 8 (2): 239–256.

Ahmad Syafi’i. 2020. “Model Toleransi Antarumat Beragama di Jawa Timur.” Al-Tahrir 20 (1): 55–78.

Ahmad Zainul Hamdi. 2019. “Pesantren and Social Integration: Strengthening Religious Tolerance through Community Engagement.” Journal of Indonesian Islam 13 (1): 55–72.

Aksin Wijaya. 2019. “Education of Multicultural Tolerance in Pesantren.” Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam 19 (1): 155–174.

Ali Mustofa. 2020. “Identitas Ganda dan Kelenturan Sosial dalam Masyarakat Majemuk.” Harmoni: Jurnal Multikultural & Multireligius 19 (2): 100–118.

Anwar, M. 2020. “Literasi Agama Lintas Iman di Pesantren: Peluang dan Tantangan.” Jurnal Multikultural & Pendidikan Agama 8 (1): 55–70.

Azyumardi Azra. 2006. Pluralism, Religion, and Democracy in Indonesia. Singapore: ISEAS Publishing.

Azyumardi Azra. 2017. Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal. Bandung: Mizan.

Choirul Mahfud. 2020. “Pesantren, Multiculturalism, and Social Harmony in Indonesia.” Proceedings of the International Conference on Islam and Society (ICIS): 101–115.

Haryanto, E. 2021. “Pesantren dan Toleransi Beragama: Studi Interaksi Sosial di Lingkungan Multikultural.” Jurnal Pendidikan Islam 10 (2): 145–160.

Madjid, Nurcholish. 1995. Islam, Kemodernan, dan Keindonesiaan. Bandung: Mizan.

Muhammad Lukman Hakim. 2020. “The Role of Kiai in Building Tolerance in Indonesian Pesantren.” Proceedings of the 2nd International Conference on Islamic Studies (ICIS): 45–58.

M. Zainuddin. 2021. “Internalisasi Nilai Moderasi dalam Pendidikan Pesantren.” Tarbiyah Islamiyah 6 (1): 89–104.

Nurdin, F. 2019. “Keterbatasan Sumber Daya Pesantren dalam Penguatan Moderasi Beragama.” Jurnal Pendidikan Islam 7 (2): 201–218.

Nur Hidayat & Dwi Wahyudi. 2020. “Pesantren dan Moderasi Beragama: Studi Interaksi Sosial Santri dengan Masyarakat Multikultural.” Jurnal Pendidikan Islam 9 (2): 145–162.

Nur Kholis. 2019. “Dialog Antariman sebagai Strategi Pendidikan Toleransi.” Jurnal Ushuluddin 27 (1): 34–52.

Nur Kholis Setiawan. 2019. “Pesantren sebagai Agen Perdamaian Global.” Jurnal Harmoni 18 (2): 55.

Rahman, T. 2021. “Batas Psikologis dalam Interaksi Antaragama: Studi di Desa Multireligius.” Jurnal Sosial Keagamaan 12 (3): 177–193.

Rifa Hidayat. 2019. “Gotong Royong sebagai Basis Harmoni Sosial dalam Masyarakat Plural.” Sosio-Religia 18 (2): 145–160.

Robert W. Hefner. 2000. Civil Islam: Muslims and Democratization in Indonesia. Princeton: Princeton University Press.

Siti Maryam. 2018. “Peran Pesantren sebagai Agen Perdamaian di Era Multikultural.” Jurnal Pendidikan Agama Islam 15 (2): 199–214.

Syaifuddin, A. 2022. “Media Sosial dan Polarisasi Keagamaan di Kalangan Santri.” Jurnal Komunikasi Islam 14 (1): 33–50.

Syamsul Arifin. 2020. “Internalisasi Nilai Toleransi dalam Pendidikan Pesantren.” Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 11 (1): 45–60.

Umi Sumbulah. 2012. “Pluralisme Agama dan Resolusi Konflik di Indonesia.” Jurnal Analisa 19 (1): 45–60.

Umma Farida. 2019. “The Role of Nyai in Pesantren Leadership: Gender and Religious Moderation.” QIJIS: Qudus International Journal of Islamic Studies 7 (2): 211–230.

Wahid, Abdurrahman. 2006. Islamku, Islam Anda, Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi. Jakarta: The Wahid Institute.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30

Terbitan

Bagian

Articles