IMPLEMENTASI PROGRAM MILLENIAL SMARTTREN (SMART PESANTREN) RAMADHAN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI BERAGAMA (RELIGIOUS LITERACY) SISWA DI SMAN 1 TELAGASARI
DOI:
https://doi.org/10.70281/wajxvh22Kata Kunci:
Millenial Smarttren Ramadhan, literasi beragamaAbstrak
Dinas Pendidikan Jawa Barat Cabang IV mengeluarkan Surat 4069/KB.03.03.03-PKLK (06 Maret 2023) tentang program Smarttren 2023, bagian dari pendidikan karakter di Provinsi Jawa Barat. Millenial Smarttren Ramadan bertujuan memperkuat nilai Ramadhan, wawasan Islam, amaliah, dan ajaran Islam. Diluncurkan sesuai kebijakan Pendidikan Karakter Dinas Pendidikan Jawa Barat, program melibatkan kajian Islam, ibadah, akhlak, infaq, Al-Qur'an, dan aktivitas sosial. Namun, di SMAN 1 Telagasari, program belum efektif karena pelaksanaan kurang interaktif, materi agama kurang relevan, dukungan terbatas, dan anggaran minim. Penelitian fokus pada efektivitas program Millenial Smarttren Ramadhan 2023 di SMAN 1 Telagasari. Generasi milenial mahir teknologi dan komunikasi. Smarttren pendidikan agama: sikap, pengetahuan, keterampilan. Milenial Smarttren Ramadhan, aktivitas agama Ramadhan untuk siswa SMA/SMK/SLB. Bentuk iman, taat, sikap, pengetahuan, keterampilan. Paham dan praktik agama. Melalui Milenial Smarttren, kuat keyakinan, amal agama, keterampilan. Literasi meliputi membaca, menulis, pengetahuan, informasi. Literasi beragama: paham nilai agama. "Beragama" implementasi ajaran. Teori literasi hubungkan simbol dengan pembelajaran praktis. Pemahaman nilai agama dan pandangan seimbang. Peningkatan literasi agama melibatkan pemahaman teks-teks agama, asas ilmu agama, baca Al-Qur'an, Hadis, ibadah. Praktik agama: etika, moral, sosial, berpikir kritis, toleransi, keadilan, refleksi, pemahaman diri.Penelitian menunjukkan bahwa program Smarttren Ramadhan di SMAN 1 Telagasari Karawang efektif, meningkatkan literasi beragama siswa melalui aktivitas seperti sholat, bacaan Al-Qur'an, Kajian Islam DI Sekolah (KIDS), dan lainnya. Pemahaman agama, ibadah, sosial, toleransi, refleksi spiritual meningkat, namun etika, moral, dan keterampilan berpikir kritis perlu perhatian. Motivasi siswa, kerjasama, sarana prasarana, dan lingkungan penting, tapi kurangnya kesadaran siswa, dukungan orangtua, dan faktor lingkungan hambat. Implikasinya adalah meningkatkan literasi beragama peserta melalui program ini, meskipun perlu fokus pada aspek yang belum optimal.
Referensi
Afid Burhanuddin. (2017). Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar. https://afidburhanuddin.wordpress.com/2017/07/16/pendekatan-dalam-pengelolaan-kelas-di-sekolah-dasar/
Al Fian, M. I. R. (2024). The influence of religious literacy on students' moral development. Ar-Rasyid: Jurnal Pendidikan Islam.
Al-Ulya, N. N. S. (2025). Digital religious literacy and religious moderation among students. Tarbawy: Indonesian Journal of Islamic Education.
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Ashari, M. K. (2023). Religious digital literacy of students in Indonesia and Malaysia. Tadris: Jurnal Pendidikan Islam.
Azizah, I. N., & Utami, R. D. (2023). Gerakan literasi keagamaan sebagai strategi pembinaan karakter religius pada siswa sekolah dasar. Quality: Jurnal Pendidikan Islam, 11(1), 51–66.
Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Dinas Pendidikan Jawa Barat. (2023). Surat Edaran Nomor: 4069/KB.03.03.03-PKLK Tanggal 06 Maret 2023 tentang Kegiatan Smarttren 2023. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV.
Eko Putro, Z. A. (2020). Pengayaan literasi keagamaan melalui akses buku keagamaan penyuluh agama di Sulawesi Utara. Jurnal Lektur Keagamaan, 18(1), 250–273.
Hermawan, I. (2022). Penguatan Literasi Agama Berbasis Student-Centred Learning dalam Pembelajaran PAI. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Ilyas, M., & Maknun, J. (2023). Strategies for developing religious literacy in Islamic education in the digital era. Journal of Education and Religious Studies, 3(1), 8–12.
Imamah, F. M., & Lee, H. (2024). Bridging the gap: Exploring religious literacy as an alternative approach to religious education in Indonesia. Analisa: Journal of Social Science and Religion, 9(1).
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024). Panduan Penyelenggaraan Pesantren Kilat (Smarttren) Ramadhan. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Panduan Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Kemendikbudristek.
Majid, A. (2014). Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muhaimin. (2012). Paradigma Pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muhsyanur, Sudikan, S. Y., Darihastining, S., & Sukowati, I. (2024). Strategies for developing religious literacy through Indonesian language learning at MTs Putri As'adiyah Pusat Sengkang. MAERIFAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(2), 52–64.
Nata, A. (2017). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.
Pajarianto, H., Sari, P., Liu, M. C., & Sari, H. (2025). Religious literacy as a mediator in the ecosystem model of religious moderation and youth tolerance. International Journal of Literacy Studies.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Syahri, A. (2020). Religious Literacy Movement among Madrasah Ibtidaiyah Students. Edukasia Islamika.
Unang, W. (2017). Literasi keberagamaan anak keluarga marjinal binaan komunitas di Kota Bogor. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 6(02).
Umar, U. (2023). Leading for religious literacy based on pesantren local wisdom. Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 10(2).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
