ANALISIS HADIS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHOLAT TARAWIH DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM: PRESPEKTIF AHMAD LUTFI FATHULLAH

Authors

  • Pengelola Pengelola

DOI:

https://doi.org/10.70281/5tbf8t82

Keywords:

hadist palsu, tawarih, media sosial, instagram

Abstract

Hadis adalah sumber hukum Kedua dalam Islam setelah al-Qur’an. Namun, perkembangan teknologi digital memunculkan tantangan baru, yakni maraknya penyebaran hadis palsu (maudhu), terutama pada media sosial seperti Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepalsuan hadis tentang keutamaan shalat tarawih yang tersebar luas di media sosial dan menganalisis respons masyarakat terhadap fenomena tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis), pengamatan (observasi), dan dokumentasi terhadap postingan akun-akun Instagram yang memuat hadis palsu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis keutamaan shalat tarawih yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib, sebagaimana tercantum dalam kitab Durratun Nasihin, merupakan hadis palsu yang tidak memiliki sanad sahih dan tidak terdapat dalam kitab hadis utama yang mu‘tabar. Respon netizen terhadap konten-konten tersebut sangat beragam; sebagian menerimanya secara emosional tanpa mengecek kebenarannya. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan netizen dalam menyaring hadis yang tersebar di media sosial masih rendah, dan banyak yang merespon secara positif tanpa memverifikasi keaslian hadis, baik dari sanad maupun matan hadis. Maka dari itu, penting bagi pengguna media sosial untuk memiliki literasi hadis yang baik serta bersikap kritis terhadap konten keagamaan agar terhindar dari penyebaran informasi yang menyesatkan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Rahman, Siti Aisyah. “Urgensi Program Studi Ilmu Hadis Pada Perguruan Tinggi Islam Terhadap Penyebaran Hadis Palsu Pada Era Digital Dalam Tinjauan Maqashid Syariah.” AL-ATSAR : Jurnal Ilmu Hadits 1, no. 1 (2023): 3.

Afifuddin, A. “Literasi Keislaman Digital Sebagai Pilar Moderasi Beragama Di Era Teknologi.” Jurnal Studi Islam Kontemporer 8, no. 2 (2022): 155–72.

Aslamiyah, Rabiatul. “Hadis Maudhu Dan Akibatnya.” Al Hiwar Jurnal Ilmu Dan Teknik Dakwah 4, no. 7 (2016): 34.

Dian Radiansyah. “Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Remaja Islam (Studi Kasus Di Kampung Citeureup Desa Sukapada).” Jaqfi: Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam 3, no. 2 (2020): 76–103. https://doi.org/doi.org/10.15575/jaqfi.v3i2.9568.

Dzakiy, A F, A D Ustadiyah, and ... “Hadis Palsu, Pemalsuan Dan Pencegahannya Di Era Digital.” Al-Bayan: Journal of … 1, no. 2 (2022): 1–13. https://ejournal.staikhozin.ac.id/ojs/index.php/al-bayan/article/view/91.

Fathullah, Ahmad Lutfi. Tahkhrij Hadis Durratun Nasihin. Edited by M.A. Dr. KH. Nurul Huda Maarif, S.Si. Paimun A. Karim, and S.T. Farid Broto Susatyo. Jakarta: JAKARTA ISLAMIC CENTRE, 2023.

Fathur Rahman. Ikhtisar Musthalahul Hadits. Bandung: PT. Al-Maarif, 1995.

Firmansyah, Siddik, and Marisa Rizki. “Hadis Dan Media Sosial Sebagai Alat Dakwah Di Instagram: Kajian Ilmu Hadis 86–97.” Riset Keagamaan, Sosial Dan Budaya 5, no. 2 (2023): 86–97.

Gunawan, Farid. “Hadis Palsu Dalam Kegiatan Ibadah Masyarakat Di Kelurahan Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat.” Al-Muaddib: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Keislaman 7, no. 2 (2022): 221–22.

Hariroh, Siti. “HADITS TENTANG FADHILAH SHALAT TARAWIH DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT.” IAIN JEMBER, 2016.

Hoir, Bayumi Nasrul. “Sains Dan Teknologi Perspektif Hadis.” Jurnal OSF Preprints, 2020.

Irwanto, Irwanto. “Manhaj Ahmad Lutfi Fathullah Dalam Hadis-Hadis Lemah Dan Palsu Dalam Kitab Durratun Nasihin.” Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah Dan Masyarakat Islam 13, no. 2 (2023): 158–81. https://doi.org/10.47766/liwauldakwah.v13i2.2552.

Maulana, R, and N Fitri. “Literasi Hadis Di Kalangan Remaja Muslim Pengguna Media Sosial: Studi Kasus Pada Konten Dakwah Instagram.” Jurnal Komunikasi Islam, 11(2), Hlm. 203–218. 11, no. 2 (2021): 203–18.

Nur Mahni. “AHMAD AMIN: KRITIK DAN PEMIKIRANNYA TENTANG HADIS.” Jurnal Khatulistiwa – Journal Of Islamic Studies 1, no. 1 (2011): 82.

Pranoto, S. S. “Inspirasi Alquran Dan Hadis Dalam Menyikapi Informasi Hoax.” AL QUDS: Jurnal Studi Alquran Dan Hadis 2, no. 1 (2018): 29–50.

Roudatus Solihah, Mus’idul Millah, and Siti Nuralisah. “Hoaks Di Media Sosial Dalam Perspektif Hadis.” Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 2, no. 4 (2024): 146–60. https://doi.org/10.59059/al-tarbiyah.v2i4.1437.

Rufait Balya. “KH Abdul Wahab Khalil Ungkap Fadhilah Shalat Tarawih Bukan Hadits Nabi SAW.” NU Online Jatim, 2024.

Saefudin, Maulana Wahyu, Agus Suyadi Raharusun, and Muhamad Dede Rodliyana. “Konten Hadis Di Media Sosial: Studi Content Analysis Dalam Jejaring Sosial Pada Akun Lughoty.Com, @RisalahMuslimID, Dan @thesunnah_path.” Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin 2, no. 1 (2022): 19–49. https://doi.org/10.15575/jpiu.13580.

Sibai, Mustafa As. As Sunnah : Munakahatuha Fi At Tasyri Al Islami, Terjemahan Dja’farAbd Muchith, Al Hadis Sebagai Sumber Hukum. Bandung: CV. Diponegoro, 1993.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta, 2018.

———. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2015.

Sukmawati, Nana Syaodih. Metode Penelitian. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007.

Downloads

Published

2026-04-19